Unsur Intrinsik Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari "Dee"

BAB I

PENDAHULUAN

 

 Latar Belakang

            Banyak sastrawan yang memberikan batasan atau definisi novel. Batasan atau devinisi yang mereka berikan berbeda-beda karena sudut pandang yang mereka pergunakan juga berbeda-beda. Menurut Sudjiman (1984:54), novel adalah prosa rekaan yang panjang dengan menyuguhkan tokoh- tokoh dan menampilkan serangkaian peristiwa dan latarsecara tersusun. Menurut khasanah kesusastraan Indonesia modern, novel berbeda dengan roman. Sebuah roman menyajikan alur cerita yang lebih kompleks dan jumlah pemeran (tokoh cerita) juga lebih banyak.

            Novel sebagai sebuah karya fiksi menawarkan sebuah dunia, dunia yang berisi model kehidupan yang diidealkan, dunia imajiner, yang dibangun melalui unsur intrinsiknya seperti tokoh, latar, sudut pandang, alur, dan lain-lain yang kesemuanya bersifat imajiner (Nurgiantoro, 1995:118). Membaca sebuah novel, untuk sebagian (besar) orang hanya ingin menikmati cerita yang disuguhkan. Mereka hanya akan mendapat kesan secara umum dan samar tentang plot dan bagian cerita tertentu yang menarik (Nurgiantoro, 1995:117).

            Kenikmatan membaca sebuah novel dapat dikatakan ditentukan oleh alur cerita dan tokoh yang berperan. Misalnya saja cerita menyuguhkan tokoh yang baik ataupun terlalu kontroversial. Dengan kata lain, unsur intrinsik novel berpengaruh terhadap sebuah novel itu sendiri. Peran tokoh sangat besar dampaknya terhadap alur. Alur merupakan tulang punggung cerita, sedangkan tokoh-tokoh dalam cerita yang akan menarik perhatian pembaca.

Novel Perahu Kertas menceritakan tentang pasang surutnya hubungan dua orang sahabat, yakni Kugy dan Keenan. Rasa ketertarikan pun muncul di antara mereka. Selain itu novel Perahu Kertas juga memunculkan tokoh-tokoh yang menarik yang dikemas dengan unsur intrinsik yang menarik pula. Berdasarkan pemaparan tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Unsur Intrinsik yang Terkandung di dalam Novel ‘Perahu Kertas’ Karya Dewi Lestari “Dee”.

 

     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengutarakan rumusan masalah sebagai berikut :

Apa yang dimaksud unsur instrinsik?
Unsur instrinsik apa saja yang terkandung dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari “Dee”?

 

1.3.      Tujuan Masalah

Adapun tujuan dari penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah :

Mendeskripsikan unsur intrinsik.
Untuk mengetahui unsur-unsur intrinsik yang terkandung di dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari “Dee”.

 

1.4.      Manfaat Penelitian

Setelah meneliti unsur intrinsik yang terkandung di dalam novel Perahu Kertas, penulis berharap ada manfaat yang diterima oleh pembaca, yakni manfaat secara teoritis maupun secara umum, antara lain :

Secara teoritis, yaitu penulis dan pembaca bisa mengetahui unsur intrinsik yang terkandung di dalam novel Perahu Kertas.
Secara umum, yaitu pembaca bisa menganalisa unsur intrinsik yang terkandung di dalam sebuah karya sastra.

 

1.5.      Definisi Operasional

Untuk menghindari perbedaan pemahaman kata dari judul, maka penulis menyajikan definisi operasional sebagai berikut :

Unsur intrinsik adalah komponen penting yang membentuk dasar sebuah karya sastra.
Novel adalah sebuah karya fiksi yang ditulis secara naratif yang berbentuk cerita.
Perahu Kertas adalah novel bergenre drama atau romansa karya Dewi Lestari “Dee” yang pertama diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2009.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

Unsur Intrinsik Novel

Menurut Santoso dan Wahyuningtyas (2010: 46), "Kata novel berasal dari bahasa Latin novellas, yang terbentuk dari kata novus yang berarti baru atau new dalam bahasa Inggis. Novel juga diartikan sebagai suatu karangan atau karya sastra yang lebih pendek Karena novel adalah bentuk karya sastra yang datang dari karya sastra lainnya seperti puisi dan drama, ada juga yang mengatakan bahwa novel berasal dari bahasa Italia novella yang artinya sama dengan bahasa Latin.daripada roman, tetapi jauh lebih panjang daripada cerita pendek, yang isinya hanya mengungkapkan suatu kejadian yang penting, menarik dari kehidupan seseorang (dari suatu episode kehidupan seseorang) secara singkat dan yang pokok-pokok saja. Juga perwatakan pelaku-pelakunya digambarkan secara garis besar saja, tidak sampai pada masalah yang sekecil-kecilnya. Dan kejadian yang digambarkan itu mengandung suatu konflik jiwa yang mengakibatkan adanya perubahan nasib".

Sedangkan menurut Sumarjo (dalam Santosa dan Wahyuningtyas, 2010 : 47), “Novel” diartikan sebagai “Novel adalah produk masyarakat. Novel berada dimasyarakat karena novel dibentuk oleh anggota masyarakat berdasarkan desakan-desakan emosional atau rasional dalam masyarakat”. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia 1996 (dalam Siswanto 2008 :141), “Novel” diartikan sebagai "Karangan prosa yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku. Masalah yang dibahas tidak sekompleks roman. Biasanya novel menceritakan peristiwa pada masa tertentu. Bahasa yang digunakan lebih mirip bahasa sehari-hari. Meskipun demikian, penggarapan unsur-unsur intrinsiknya masih lengkap, seperti tema, plot, latar, gaya bahasa, nilai tokoh dan penokohan. Dengan catatan, yang ditekankan aspek tertentu dari unsur intrinsik tersebut".

2.1.1    Tema

Tema merupakan gagasan utama yang mendasari sebuah novel. Banyak cara untuk menampilkan tema ini, beberapa diantaranya adalah dengan pelukisan latar dan sifat tokoh. Salah satu contoh tema novel adalah tema percintaan seperti novel Sitti Nurbaya dan banyak lagi contoh tema lainnya (Rustamaji, 2004: 213).

Sedangkan menurut Tarigan (1993:125) mengemukakan bahwa  tema adalah pandangan hidup yang tertentu atau perasaan tertentu mengenai kehidupan atau rangkaian nilai-nilai tertentu yang membentuk atau membangun dasar/gagasan utama dari suatu karya sastra.

Pendapat lain dikemukakan oleh Aminudin (1995:91) ”tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptanya.

2.1.2    Penokohan

Rustamaji (2004:213) penokohan adalah pemberian watak kepada peran didalam sebuah novel. Dalam sebuah novel tokoh diperankan secara lengkap, baik lahiriah maupun batiniah. Sehingga tokoh yang diperankan seperti layaknya manusia di dunia nyata yang memiliki sifat-sifat seperti pemarah, rajin, pintar, baik, dan lain-lain. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan pengarang untuk menampilkan watak dari tokoh novel.

Penggambaran bentuk lahiriah seperti keadaan fisik, tingkah, dan cara berpakaian.
Penggambaran jalan fikiran tokoh.
Penggambaran melalui reaksi tokoh terhadap hal atau peristiwa tertentu.
Penggambaran lingkungan atau keadaan sekitar tokoh.

Jika dilihat dari wataknya tokoh dibagi menjadi tokoh antagonis sebagai penimbul konflik dan tokoh protagonis yang berwatak baik, benar, dan tidak jahat. Sedangkan dilihat dari kepentingannya tokoh terbagi menjadi tokoh pembantu dan tokoh utama.

Setiap pengarang mempunyai cara tertentu dalam melukiskan watak pelaku. Dalam cerpen, pengarang dapat menggambarkan watak para tokohnya dengan menggunakan beberapa teknik perwatakan yaitu teknik  analitik dan teknik dramatik yaitu pelukisan watak para tokohnya melalui jalan cerita (Sadikin, 1999: 23).

2.1.3    Latar

Latar cerita ialah keterangan mengenai waktu, ruang tempat dan suasana terjadinya peristiwa dalam karya sastra (Rustamaji 2004: 214).

“Latar dalam cerita rekaan tidak hanya berupa tempat, waktu, peristiwa, suasana, benda-benda dalam lingkungan tertentu, tetapi juga suasana yang berhubungan dengan sikap, jalan pikiran, prasangka maupun gaya hidup masyarakat” (Aminudin, 1987:68).

Tarigan (1984:136) mengungkapkan bahwa ”latar atau setting adalah latar belakang fisik, unsur tempat dan ruang dalam suatu cerita”.

2.1.4    Alur (Plot)

Alur merupakan keseluruhan jalan peristiwa yang tersusun secara bagian-bagian sebuah novel. Jenis alur terbagi menjadi alur maju (perkenalan, penampilan masalah, konflik, penyelesaian), alur mundur (diawali dengan tahap penyelesaian dan kemudian dilanjutkan oleh tahap lainnya), dan alur campuran (merupakan campuran antara alur maju dan alur mundur dengan alur konflik, perkenalan kemudian penyelesaian) (Rustamaji 2004: 215).

Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin sebuah cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita. Tahapan plot menurut Tasrif dan Nusgiyantoro (2009: 149) terbagi menjadi lima bagian yaitu, tahap penyituasian (situation), tahap pemunculan konflik (Generating Circumstances), tahap peningkatan konflik (rising action), tahap klimaks, dan tahap penyelesaian (denoument).

 

 

2.1.5    Amanat

Amanat ialah pesan yang dapat diambil pembaca dari sebuah karya sastra yang sudah dibacanya. (Rustamaji 2004: 214).

Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang terhadap pembaca. Pesan cerita umumnya bersifat implisit. Amanat dapat berupa nilai moral, juga nilai budaya. (Sumi Winarsih, 2009:55)

Kenny (Burhan, 1995:320), berpendapat bahwa moral (amanat) dapat dipandang sebagai salah satu wujud tema dalam bentuk yang sederhana, namun tidak semua merupakan moral.

2.1.6    Sudut Pandang

Jauhari (2013:54) menjelaskan bahwa sudut pandang disebut juga pusat narasi adalah penentu gaya dan corak cerita. Watak dan kepribadian pencerita akan banyak menentukan cerita yang dituturkan kepada pembaca. Keputusan pengarang dalam menentukan siapa yang akan menceritakan kisah menentukan apa yang ada dalam cerita. Jika pencerita berbeda, detail-detail cerita yang dipilih juga berbeda.

Aminudin (1995:90) memaparkan bahwa ”sudut pandang adalah cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkan”

Sudut pandang adalah cara pengarang untuk menyampaikan cerita. (Rustamaji, 2004:214). Untuk lebih jelasnya, Rustamaji membedakan sudut pandang menjadi dua, yaitu:

Sudut pandang orang pertama atau pelaku utama.
Sudut pandang orang ketiga.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1.      Metode Penelitian

Dalam penelitian ini metode yang digunakan oleh penulis adalah studi literatur. Studi literatur ialah pengumpulan informasi dengan mencari literatur-literatur, bacaan-bacaan, dan dokumen. Sehingga penulis mendapatkan referensi dari data yang relevan.

 

3.2.      Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penelitian ini,penulis membatasi Ruang lingkup penelitiannya pada unsur-unsur intrinsik yang terkandung di dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari “Dee”.

 

3.3.      Analisis Data

Analisis data ialah penelusuran data yang dikaji oleh penulis secara berulang–ulang, sehingga didapatkan data sesuai dengan objek kajian penulis. Kemudian setelah seluruh data terkumpul, penulis akan mengkaji bahan tersebut dengan cara sebagai berikut:

Membaca novel “Perahu Kertas” karya Dewi Lestari ‘Dee’ secara keseluruhan terlebih dahulu. Dari pembacaan ini, diperoleh pengetahuan dan kesan tentang cerita, serta unsur-unsur intrinsik yang terkandung di dalam novel tersebut.
Menganalisis dan mendeskripsikan unsur intrinsik yang erkandung di dalam novel ‘Perahu Kertas’ karya Dewi Lestari ‘Dee’.

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

4.1.      Sinopsis Novel

Perahu Kertas karya Dewi Lestari ‘Dee’, Namanya Kugy. Mungil, pengkhayal, dan berantakan. Dari benaknya, mengalir untaian dongeng indah. Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu.

Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya, mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah bertemu manusia seajaib itu.

Dan kini mereka berhadapan di antara hamparan misteri dan rintangan. Akankah dongeng dan lukisan itu bersatu? Akankah hati dan impian mereka bertemu?

 

4.2.      Unsur Intrinsik yang Terkandung di dalam Novel ‘Perahu Kertas’ Karya Dewi Lestari “Dee”

4.2.1    Tema

Tema yang terdapat di dalam cerpen ‘Perahu Kertas’ adalah tentang persahabatan, dan percintaan. Diawali dengan seorang lelaki muda bernama Keenan yang menetap di negara amsterdam selama 6 tahun, dan dipaksa kembali ke indonesia oleh ayahnya, untuk melanjutkan pendidikannya di fakultas sastra di salah satu tempat di Bandung. Dan seorang wanita muda bernama Kugy yang mencintai dunia tulis-menulis dan berpendidikan di fakultas sastra di salah satu tempat di bandung. Tempat kuliah yang sama seperti, Keenan. Pertemuan mereka berdua dilibatkan oleh sahabat mereka sendiri, yakni Noni (sahabat dekat Kugy) dan Eko (sepupu Keenan). Pertemuan pertama Kugy dan Keenan adalah di saat Noni dan Eko menjemput Keenan yang baru saja tiba di indonesia.

4.2.2    Penokohan

Tokoh-tokoh dan wataknya yang terkandung di dalam novel ‘Perahu Kertas’, antara lain :

1) Keenan

Tokoh Keenan adalah tokoh utama yang memiliki watak pasrah pada keputusan orang tuanya.

‘“Sebenarnya ingin sih kuliah di jurusan seni, tapi nggak boleh sama papa.”’

 

Keenan juga memiliki watak tegas.

‘"mungkin kamu bisa membeli lukisan saya, tapi kamu tak bisa membeli saya!"’

 

2) Kugy

Tokoh Kugy adalah tokoh utama yang memiliki watak periang.

            ‘Cewek bertubuh mungil itu tak henti-hentinya bergerak, berjingkat, kadang melompat, bahkan kakinya menendangi udara. Padahal kegiatannya hanyalah mengemas buku ke dalam dus, tetapi dia memustukan untuk mengkombinasikannya dengan berjoget.’

 

Juga memiliki watak yang berimajinasi tinggi.

            ‘"Keenan, dengan ini dan atas nama kerajaan neptunus saya lantik kamu jadi agen rahasia"’

 

3) Wanda

Tokoh Wanda adalah tokoh pengantar cerita yang memiliki watak perayu.

‘”Aku mendingan kehujanan disini daripada kehilangan momen sama kamu” ujarnya pelan. “Lain kali ingan-ingat kalo ini kota Bandung. Pakai rok mini malam-malam gini hanya disarankan bagi yang sudah kebal dan terlatih kayak bencong di jalan Veteran” jawab keenan.’

 

Juga memiliki watak agresif.

‘“Gue datang ke Bandung tiap malam minggu hanya untuk bermalam minggu dengannya, pokoknya gue sudah bela-belain semuanya buat dia tapi kenapa hubungan kita hanya gitu-gitu saja.”’

 

4) Noni

Tokoh Noni adalah tokoh pengantar cerita yang memiliki watak cerewet.

‘”Non, lu tuh lebih cerewet dari tiga nyokap gua dijadiin satu, serius” ujar Kugy. “Minggu depan, pokoknya gak mau tahu, lu harus udah sampai di Bandung. Mobil Eko udah gua suruh masuk bengkel dulu biar gak mogok pas jemput lu ke stasiun. Habis itu kita keliling buat belanja kebutuhan lu. Kamar lu udah gua sapu-sapu dari kemarin. Pokoknya lu tau bersih deh” jawab Noni.’

 

Juga watak selalu perfeksionis.

‘“Cepetan dong jemputnya, kalau Kugy sudah siap aku nggak mau tau yang jelas kamu harus sudah ada disini.”’

 

5) Joshua

            Tokoh Joshua adalah tokoh pengantar cerita yang memiliki watak siap berkorban.

            ‘Kugy tak akan pernah lupa hari mereka jadian. Pada sore itu, hujan pun turun sama lebatnya. Dan ojos keburu menerima tantangan Kugy untuk bertandang ke rumahnya pakai kendaraan umum. Datanglah ojos di depan pintu, basah kuyup karena gengsi bawa payung, rambut rapinya layu ditimpa air hujan, dan seikat mawar putihnya berantakan tergencet punggung orang di Metro Mini.’

 

            Dan watak yang keras kepala.

            ‘“Aku udah ngomong jauh-jauh hari kalau aku mau ngajakin kamu ke Bali dan aku sudah beli tiketnya, masak kamu mau batalin gitu aja cuma gara-gara perlombaan di kecamatan itu? Yang jelas besok pagi kamu harus ke rumahku tapi kalau kamu gak datang berarti tidak ada yang perlu di omongin lagi.”’

 

6) Eko

Tokoh Eko adalah tokoh pengantar cerita yang memiliki watak suka bercanda.

            ‘”Gy! Lu kayak gembel baru gila! Keren!” Teriak eko sembari merogoh-rogoh ransel mencari kamera. “Siap .... satu, dua, tiga, pose!” dengan cepat Kugy membengkungkan kedua lengannya seperti atlet binaraga. “aSip. Gua cetak 5R, nanti gua pajang di mading kampu” Eko tersenyum puas.’

           

Juga memiliki watak yang baik hati.

            ‘"Kalo lo butuh bantuan apa-apa, jangan segan ngomong sama gue."’

7) Luhde

            Tokoh Luhde adalah tokoh pengantar cerita yang memiliki watak baik hati.

            ‘"saya akan terus berdoa sampai Keenan mendapatkan inspirasinya kembali."’

 

Juga memiliki watak setia.

            ‘"saya menunggu Keenan kembali."’

8) Remi

            Tokoh Remi adalah tokoh pengantar cerita yang memiliki watak yang bijaksana.

            ‘"Meskipun kamu pacarku, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya menghindar dari pekerjaan ini !"’

 

Juga watak yang ramah.

            ‘“Kamu Keenan kan? Hai apa kabar? Aku minta alamatmu yang sekarang yaa.”’

 

4.2.3    Latar

Latar cerita yang terkandung di dalam novel ‘Perahu Kertas’, antara lain :

1) Latar Waktu

Malam hari.

‘Satu malam pada musim dingin pertamanya di rumah ini, pemanas mereka rusak. Oma mendekapnya dan membungkusnya dalam selimut tebal.’

 

Siang hari.

‘Siang itu, akhirnya Keenan pergi makan ditemani sepupunya. Mereka tak lagi membahas masalah tadi. Namun, sepulangnya Eko, barulah Keenan termenung di kamarnya. Akibat pembicaraan itu, ia jadi terpicu untuk merenungkan lebih dalam perihal hubungannya dengan Wanda.’

 

2) Latar Ruang

Bandung.

‘”Hiduuup!” Terdengar Kugy menyahut patriotik dari belakang. Sepuluh menit kemudian, mobil itu memasuki parkiran Bandung Indah Plaza.’

 

Ubud

‘Meski terletak di Desa Lodtunduh yang agak jauh dari pusat kota, semua orang di Ubud tahu keberadaan kompleks keluarga.’

satu itu.

 

3) Latar Suasana

Suasana tercengang, ketika Kugy menyadari bahwa ia ternyata jatuh cinta pada Keenan.

‘Ada sesuatu yang remuk di hati Kugy, dan pecahan-pecahannya seolah menyebar ke seluruh tubuh, membuatnya meringkuk memeluk guling menahan pedih. Dan segala keresahan dan kebingungannya selama ini juga ikut memuncak, meledak, hingga kesedihan itu tak tertanggungkan lagi. Butir demi butir air mata pun mulai melelehi pipinya. Sejenak Kugy mengangkat mukanya, melirik buku dongeng buatannya yang kini tergeletak di meja. Ia langsung mengernyit. Mendadak ia merasa bodoh. Buku itu tampak buruk. Dan Kugy pun membenamkan mukanya kembali ke dalam guling. Jengah melihat hasil karyanya sendiri. Dalam benaman guling itu, untuk pertama kalinya Kugy menyadari ... ia telah jatuh cinta pada Keenan.’

 

Suasana Kaget, ketika Noni sahabat Kugy mengetahui hubungan Kugy dengan Ojos telah sirna.

‘Terdengar langkah kaki berlari di koridor, semakin lama semakin dekat, dan ternyata langkah itu berhenti di depan pintu kamarnya. Menyusul ketukan bertubi di pintu. “Masuk ...,” kata Kugy, matanya tak lepas dari layar komputer.”Gy!” Noni menerobos masuk, mukanya panik. “Lu putus sama Ojos?” tembaknya tanpa basa-basi. Kugy menatap Noni tanpa bersuara, lalu mengangguk kecil. “Ya, ampun. Kenapa? Kok bisa? Gua baru teleponan sama Ojos. Dia sedih banget. Kok lu nggak langsung bilang sama gua? Sebetulnya kalian ada apa, sih? Lu kenapa?” Pertanyaan Noni berentet seperti peluru senapan otomatis.’

 

Suasana Tegang, ketika ayah Keenan berkata lantang.

‘“Inilah yang membuat saya nggak pernah setuju dia pergi ke Amsterdam! Ini!” ayah Keenan berkata lantang,”Lena lihat anak kamu, dia pikir dia siapa? Berani-berani minta berhenti kuliah hanya gara-gara lukisannya laku segelintir. Dia nggak mikir bahwa saya, bapaknya, sudah setengah mati banting tulang buat bayar seluruh biaya sekolahnya dari dia kecil sampai sekarang,” ayahnya lalu menoleh pada Keenan,”bawa sini kalkulator! Kita hitung-hitungan siapa yang keluar biaya paling besar. Bisa nggak kamu bayar Papa untuk menggantikan uang sekolah kamu dari cek yang kamu terima dari Warsita? Ayo! Kita hitung!”’

 

 

 

4.2.4    Alur

Alur yang digunakan didalam novel ini adalah alur maju, diawali ketika Keenan, Kugy, Noni, dan Eko dipertemukan di sebuah stasiun.

‘“Lu yakin dia pakai kereta jam lima? Kok nggak munculmuncul?” tanya Kugy pada Eko yang celingak-celinguk tiada henti. “Gua yakin dia pakai kereta yang ini. Masalahnya, gua nggak tahu mukanya.” “HAH?” teriak Kugy dan Noni hampir berbarengan. “Kok kamu nggak bawa tulisan atau apa, kek?” cecar Noni. Eko nyengir masam. “He-he, ketinggalan, Non.””Ampun deh! kalau bilang dari tadi kan aku bisa cari kertas sama pulpen!” omel Noni. “Tenang ... muka sepupuku tuh unik, kok ... pokoknya gimana, ya ... hmm ....”

“Kapan kalian terakhir ketemu?” tanya Kugy. “Waktu SD,” Eko menjawab setengah menggumam. Kugy dan Noni langsung berpandang-pandangan. Noni memutuskan untuk lanjut mengomel, sementara Kugy bergegas ke arah muka stasiun. Dari jauh, Kugy membalikan badan. “KO! Siapa nama sepupu lu?” ”Keenan!” “KEENAN?” Bersamaan dengan itu muncul serombongan orang yang menghalangi pandangan keduanya. Kugy berharap ia tak salah mendengar. “Keenan ... Keenan ...,” ulangnya sendirian sambil terus berjalan. Tak jauh dari sana, seseorang merasa namanya dipanggil. Keenan merasa sumbernya adalah perempuan yang sedang bergerak ke arahnya. Keenan mengamati dengan saksama. Ia yakin belum pernah berkenalan dengan cewek satu itu seumur hidupnya. Tepatnya, ia belum pernah menemukan orang dengan penampilan seaneh itu. Ragu, Keenan mendekati, menjajarkan langkahnya dengan kaki kecil yang melangkah besar-besar dan terburu-buru.“Permisi ....” Kugy berhenti, tertegun menatap orang yang tahu-tahu muncul di sampingnya dan kini mengadang persis di hadapan.”

 

Dilanjutkan konflik awal antara Kugy dan Keenan karena timbul perasaan cinta diantara ke dua nya. Puncak konflik terjadi ketika mereka sama-sama menjauh untuk menjaga perasaan masing-masing tokoh. Akhirnya, merekapun menemukan pasangan baru. Kugy dipertemukan dengan Remigius yang merupakan atasannya di perusahaan Advocado. Sedangkan keenan yang memutuskan berhenti kuliah karena ingin fokus melukis, bertemu dengan Luhde. Keenan pun merajut cinta dengan gadis Bali yang menjadi motivator barunya. Kugy dan Keenan yang saling mencitai harus merelakan perasaanya dan mencoba realistis demi kebaikan mereka bersama. Walaupun pada dasarnya, mereka berdua masih saling mencintai dan menutupi perasaannya masing-masing, dan dilanjutkan dengan penyelesaian di akhir cerita.

4.2.5    Amanat

Amanat yang terkandung di dalam novel ‘Perahu Kertas’ adalah:

Tidak semua yang kita inginkan bisa kita raih begitu saja dengan mudah dan tanpa pengorbanan. Tentunya kita harus mengorbankan sesuatu agar keinginan kita tercapai salah satunya adalah mengorbankan untuk membuang jadi diri kita yang dulu dan menjadi apa yang diri kita tidak inginkan, seperti Kugy.

4.2.6    Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini yaitu sudut pandang orang ketiga serba tahu, yang artinya penulis sepenuhnya mengetahui tentang semua seluk-beluk novel ini atau penulis tidak melibatkan dirinya terhadap karya sastra yang dibuatnya.

 

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

 

5.1.      Simpulan

            Unsur intrinsik dalam novel adalah unsur-unsur yang menjadi dasar pembangun novel dan terdapat di dalam novel itu sendiri. Unsur-unsur intrinsik dalam novel adalah tema, penokohan,latar, alur, amanat, dan sudut pandang.

Dari pemaparan di atas, dibuktikan bahwa semua unsur-unsur intrinsik novel menurut para ahli ternyata terkandung di dalam novel ‘Perahu Kertas’ karya Dewi Lestari ‘Dee’.

5.2.      Saran

            Saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah sebagai berikut:

Bagi Sekolah

Sebaiknya sekolah memberi sarana pembelajaran sastra guna melengkapi pembelajaran sastra murid agar lebih memahami dan mendalami karya sastra.

Bagi Guru

Sebaiknya guru memberikan pengarahan lebih tentang ilmu kesusastraan agar minat murid pada bidang kesusastraan lebih meningkat.

Bagi Murid

Sebaiknya dilakukan analisis terhadap karya sastra yang lain sebagai sarana pembelajaran maupun pemahaman yang lebih dalam tentang ilmu kesusastraan.

Bagi Masyarakat

Sebaiknya masyarakat belajar untuk lebih memahami atau menghargai suatu karya sastra, agar pemahaman dalam ilmu kesusastraan masyarakat lebih baik dari sebelumnya.

 

Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat,

 

dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis